- Details
- Hits: 3244
Bagi anda pencinta produk-produk dengan aksen batik, tentu sudah tidak asing lagi dengan fenomena ini. Tidak salah memang, dewasa ini tas batik menjadi trend yang cukup fenomenal di kota kota besar. Model yang ditawarkan cukup variatif dengan harga yang beragam pula. Lantas apa yang menarik dari sebuah tas batik? Mari kita mengenalnya lebih dekat
Tas batik tradisional vs tas batik kulit
Tas batik yang umum dijual kepada masyarakat bisa kita kelompokkan menjadi 2 macam. Tas batik tradisional dan tas batik premium. Tas batik tradisional cukup mudah ditemui di pasar rakyat, sentra buah tangan atau gerai gerai kecil-menengah. Tas tipe ini lebih mengedepankan fungsi daripada model. Biasanya tanpa menggunakan kerangka dalam sehingga tas menjadi lebih simple dan lunak. Beberapa pengrajin memberi sentuhan kreatifitas dengan menggabungkan beberapa potongan bahan alami sebagai aksesoris pemanis. Yang paling sering digunakan sebagai paduan biasanya tempurung kelapa yang dibentuk menjadi oval dan bulat untuk bagian kancing, potongan kayu berbentuk tapal kuda sebagai handle tas atau anyaman serat rami untuk bagian bibir tas. Kebanyakan tas batik tradisional menggunakan kain printing dengan motif budaya setempat sebagai contoh di Jogjakarta dan Solo, tas batik tradisional kebanyakan berwarna coklat dengan motif parang atau sekar jagad. Karena struktur tas yang relative sederhana dan bahan yang mudah didapatkan, tas batik tradisional lebih mudah untuk dikerjakan serta dapat dikerjakan secara massal dengan corak yang seragam. Seorang pengrajin yang berpengalaman mampu membuat hingga 25 tas sehari. Tas batik tradisional memiliki ruang bagian dalam maksimal 2 buah yang dibatasi dengan sebuah sekat. Bagian dalam menggunakan material parasit atau beludru. Harga tas batik tradisional sangat bersahabat antara 15 ribu hingga 120 ribu. Yogyakarta dan Solo menjadi salah satu produsen terbesar untuk tas kategori ini
Tas batik kulit
Tas batik kulit mulai dikenal pada medio 2009. Jakarta menjadi cikal bakal lahirnya tas batik premium. Bahan yang digunakan sangat berbeda. Tas batik tipe ini menggunakan kombinasi kulit hewan asli sebagai paduannya. Batik yang digunakan kebaanyakan batik tulis atau setidaknya kombinasi cap dan tulis. Tas batik kulit memiliki 2 macam kerangka yaitu lunak dan kaku. Penggunaan kerangka tersebut disesuaikan dengan model yang akan dibuat. Beberapa kerangka yang sering digunakan diurutkan dari yang paling kaku yaitu serat fiber, karton, bubur kertas, busa dan kulit sintetis. Setiap produsen tas batik memiliki kekhasan masing masing dalam pemilihan bahan baku sehingga walaupun bentuknya sepintas sama akan tetapi hasil akhirnya bisa berbeda.
Kombinasi kulit
Ada beberapa jenis pilihan kulit yang lazim digunakan dalam membuat tas batik. Jenis kulit sangat mempengaruhi harga produksi yang berimbas pada harga jual. Di kota-kota besar, kulit reptile menjadi pilihan yang paling digemari. Pemilihan jenis kulit juga berpengaruh pada bentuk akhir dan kerapian tas batik. Berikut akan diuraikan karakter dari masing-masing kulit pada tas batik
Kulit Phyton
Kulit ular Phyton hingga saat ini dianggap memiliki strata paling tinggi. kulit Phyton memiliki karakteristik liat tetapi lunak. Karena sifatnya tersebut, bagi produsen tas batik, kulit Phyton sangat mudah dikerjakan dan hasilnya cukup rapi. Keunggulan kulit phyton lainnya yaitu berpori elastis sehingga jika terjadi kesalahan penjahitan, lubang bekas jahit dapat mengatup kembali dan proses jahit dapat diulang. Hanya saja kulit ular phyton saat ini cukup mahal. Hal tersebut dikarenakan populasi phyton yang telah menipis. Kebanyakan ular Phyton didatangkan dari pulau Sumatera dan sebagaian daerah di Jawa. Phyton yang sering dimanfaatkan adalah jenis phyton reticulatus atau awam mengenalnya dengan sanca kembang dan blood phyton atau sanca batu. Sanca kembang dapat dapat tumbuh hingga lebih dari 4 meter sedangkan sanca batu rata-rata memiliki panjang 1,2 meter hingga 1,5 meter. Kulit didatangkan ke pulau Jawa dalam kondisi mentah kemudian disamak menjadi kulit siap pakai. Kulit Phyton siap pakai sendiri di pasaran terdiri dari dua macam yaitu tipe doff dan glassing. Pada kulit tipe doff, warna akan terlihat soft dan kulit terasa elastis. Sedangkan kulit glassing adalah kulit yang diberi lapisan tertentu dan digosok dengan alat pemutar berkecepatan tinggi sehingga terlihat basah dan lebih mengkilat. Beberapa penyamak kulit mempertahankan motif sisik pada ular untuk menunjukkan kesan natural dan eksotis sedangkan penyamak lainnya menghilangkan motif tubuh ular tersebut agar terkesan polos. Penghilangan motif dilakukan dengan pengecatan dan perendaman pada cairan kimia khusus kulit. Hal ini dinamakan teknik crusting dan memerlukan pengalaman serta keahlian karena proses crusting beresiko mengakibatkan kerusakan ataupun sobek pada kulit ular itu sendiri. Sebuah tas batik memerlukan 1 hingga 2 lembar phyton tergantung model
Kulit Cobra
Siapa sangka ular sangat berbisa ini menjadi kulit yang sangat cantik jika dimanfaatkan sebagai bahan baku tas batik. Kulit Cobra berkarakter tipis dan getas. Kulit cobra yang dijual hampir semuanya berjenis glassing mengkilat. Kulit cobra memiliki panjang berkisar 1,3 meter dengan lebar tengah 10 cm. Kulit ini mudah sekali dijahit tetapi tidak boleh ada kesalahan saat menjahitnya karena porinya yang frigid membuat bekas lubang jahitan pada kulit cobra tidak dapat mengatup kembali. Ular Cobra masih cukup mudah ditemui di sekitar pulau Jawa. Sebuah tas batik memerlukan 3 hingga 5 lembar kulit cobra tergantung model
Kulit Kambing dan sapi
Kulit kambing maupun sapi memiliki sifat yang hampir sama. Kulit hewan ini berkarakter tebal, liat dan lebih keras. Untuk menghasilkan kualitas yang bagus, dalam membuat tas batik berbahan kulit sapi ataupun kambing memerlukan mesin jahit bertenaga besar dengan sepatu jahit ganda. Mesin jahit kulit kelas industry berat lebih presisi dan konstan saat menjahit kulit sapi dibandingkan dengan mesin jahit kulit portable rumah tangga. Hanya saja mencari mesin tipe industry-berat memerlukan kesabaran mengingat diimpor terbatas dan harus dalam partai besar. Kulit sapi yang tebal memerlukan alat tambahan lain berupa mesin seset. Dengan mesin ini bagian dalam kulit akan dikelupas terlebih dahulu sehingga mencapai tebal yang ideal, kemudian dijahit. Kulit kambing dan sapi yang baik memiliki ciri antara lain, ketebalan rata di seluruh permukaan, warna yang seragam dan tidak mudah luntur, tidak berbau cat secara berlebihan serta lunak. Sebuah tas batik kombinasi kulit sapi dan kambing memerlukan 3 hingga 5 feet square kulit
Kulit Ikan pari
Tas batik dengan kombinasi kulit ikan pari memang belum terlalu banyak beredar. Johanna bag menjadi pelopor pertama menggunakan bahan ini yang dipadukan dengan kain batik. Kulit Ikan pari bersifat sangat keras, tebal dan frigid. Sifat tersebut menjadikan pembuatan tas berbahan ikan pari memiliki kesulitan paling tinggi. Jarum jahit menjadi tumpul bahkan patah merupakan konsekuensi untuk menciptakan sebuah tas yang sangat elegan. Kulit ikan pari memiliki grade tertinggi saat ini dibandingkan dengan phyton maupun kulit mamalia. Dengan warna warna cerah yang dibalut glossy, tas batik kombinasi kulit pari identik dengan kesan elegan dan ekslusifitas mengingat jumlahnya yang masih langka. Untuk membuat sebuah tas batik, dibutuhkan 2 hingga 3 lembar kulit ikan pari
(bersambung...)





081229559899
0274487843